“Walaupun secara pribadi akan mati-matian membela pentingnya dongeng sebelum tidur,
saya belajar menghargai imajinasi dalam konteks yang lebih luas.
IMAJINASI BUKAN HANYA KEMAMPUAN UNIK MANUSIA UNTUK MEMBAYANGKAN SESUATU YANG TIDAK ADA …
IMAJINASI memiliki KUASA YANG MEMBUAT KITA
BISA BEREMPATI
dengan ORANG-ORANG yang PENGALAMAN HIDUPNYA BERBEDA DENGAN KITA.”

Very Good Lives

Di buku ini, J.K.Rowling berbagi pengalamannya ketika pernah bekerja di departemen riset Afrika pada kantor pusat Amnesty International di London. Segala sesuatu tentang politik yang kejam, kabar penyiksaan, tawanan politik, bahkan pemerkosaan dan fakta-fakta menyakitkan lainnya menjadi santapannya ketika itu. Sungguh menyesakkan dada. Meski begitu, ada hal baik yang ia pelajari ketika bekerja disana, tentang kebaikan, empati dan kemanusiaan.

Hampir bisa dipastikan bahwa tiap orang sukses pernah gagal (dan biasanya) hingga berkali-kali. Di buku ini, J.K.Rowling berbagi rasa ketika dia berada di titik terendah. Ibarat berada di wilayah yang bernama kegagalan, dimana untuk keluar harus lewat terowongan gelap dulu, entah seberapa panjang terowongan itu. Berjalan dengan lentera kecil bernama harapan dengan perasaan was-was, ingin segera keluar…

Buku yang menyenangkan. Ringan tapi mencukupkan. Membaca buku sederhana ini serasa makan kudapan lezat di sore hari.

Written by

Soulvull

an introvert cloud walker