Digital dikenal sebagai media yang dekat dengan milenial dan sangat akrab dengan kegiatan sehari-hari. Rasanya, tiada hari tanpa dunia digital. Meski begitu, data menunjukkan bahwa yang paling banyak diakses bukan media digital, namun televisi. Televisi masih menjadi rujukan utama. Tak perlu terkejut. Kita tahu bahwa saat ini merupakan suatu era ketika banyak hal merambah menjadi serba digital. Ini dapat dipahami mengingat kemudahannya dalam mengakses di sela-sela mobilitas milenial yang tinggi. Kenyataan ini mungkin membuat kita berpikir bahwa jenis media yang paling banyak diakses milenial adalah media digital. Ternyata tidak. Media digital memang favorit, namun persentasenya bukan yang tertinggi.

Data yang dikeluarkan oleh Indonesia Millenial Report tahun 2019 menunjukkan bahwa sebanyak 97% milenial Indonesia mengakses media televisi dalam satu bulan terakhir. Persentase yang sangat tinggi bila melihat urutan selanjutnya. Peringkat ke dua dengan persentase 54,5% diduduki oleh media yang dekat dengan karakter milenial, media digital. Sedikit mengejutkan mengingat milenial terkenal sebagai angkatan yang dekat dengan teknologi dan media digital. Urutan ke tiga disusul oleh media yang ternyata justru belum ditinggalkan, yaitu radio, sebanyak 16%. Mendekati persentase radio adalah media cetak yang angkanya justru tertinggi di antara media cetak lain. Koran diakses oleh 13% milenial. Sedikit jauh di bawahnya, sebanyak 4% milenial masih membaca tabloid. Terlampau tipis dibanding tabloid, media yang persentasenya paling sedikit dinikmati milenial adalah majalah sebanyak 3%. Di antara sesama media cetak, majalah menjadi yang paling sedikit dibaca oleh milenial.

Written by

Soulvull

an introvert cloud walker